XtGem Forum catalog

Budidaya Ikan Patin
di Jatiluhur

Waduk
Jatiluhur, Purwakarta, Jawa
Barat, merupakan tempat yang
sangat potensial, untuk
membesarkan berbagai jenis
ikan, salah satunya adalah ikan
patin atau dalam bahasa
latinnya disebut pangasius sp.
Ikan
patin
dibesarkan di jaring terapung.
Keuntungan pembesaran
dengan cara ini, ikan cepat
besar dan tidak bau lumpur.
Waduk Jatiluhur dapat
ditempuh sekitar setengah jam
perjalanan dari Kota
Purwakarta, Jawa Barat.
Perjalanan kemudian
dilanjutkan ke lokasi keramba
terapung di tengah waduk
dengan menggunakan perahu
bermotor.
Di
tempat ini, Alex Kusuma
memiliki sekitar 100 jaring
terapung. Setiap jaring
berukuran 10 kali 10 meter,
dan dapat menampung 15 ribu
hingga 30 ribu ekor ikan.
Pembesaran ikan patin
dipisahkan dalam beberapa
jaring. Di jaring terapung ini
berisi ikan patin yang sudah
berusia 6 hingga 12 bulan,
yang telah siap dipanen.
Bibit ikan patin didapat dari
lokasi pengembang biakan di
Cijengkol, Subang, Jawa Barat.
Ditempat ini, induk ikan patin
yang memiliki berat sekitar 3
kilogram dikawinkan dan
dirangsang dengan disuntik
hormon.
Setelah ikan bertelur, telurnya
kemudian dikeluarkan dengan
cara pembiusan. Agar tidak
lengket, telur dipisahkan
dengan menggunakan tanah.
Selanjutnya telur ikan patin
dimasukan kedalam corong.
Kemudian dihasilkan bibit ikan
patin dengan ukuran 1 inchi,
yang siap dibesarkan. Ikan
patin memliki kelebihan
dibanding ikan air tawar
lainnya, dagingnya banyak
mengandung lemak.
Ikan patin yang telah dipanen
dipasarkan tidak saja di sekitar
wilayah Jawa Barat, tetapi juga
ke Jakarta, bahkan hingga ke
Sumatera. Harganya antara 10
sampai 15 ribu rupiah per
kilogram.